Fakta dan Komplikasi Kehamilan Kembar yang Perlu Bunda Tahu

Betapa bahagianya seorang bunda yang mengetahui bahwa ia sedang mengandung janin kembar. Namun kehamilan kembar ini juga memiliki risiko komplikasi. Komplikasi yang biasa terjadi dapat ditangani oleh medis dan memerlukan perhatian lebih sehingga bunda juga perlu untuk waspada. 

Kehamilan kembar atau dalam istilah medis disebut gemeli. Gemeli yang dialami bisa juga tidak hanya dua janin, bahkan bisa tiga atau lebih sekaligus. Gemeli dibagi menjadi dua jenis, yakni kembar identik dan kembar non-identik. Kembar identik adalah ketika satu sel telur dibuahi oleh satu sel sperma dan kemudian membelah membentuk jadi dua embrio. Kembar non-identik terjadi ketika dua sel telur yang dibuahi oleh dua sel sperma secara bersamaan dan berkembang menjadi dua janin yang berbeda.

Memiliki anak kembar terkadang menjadi dambaan beberapa pasangan, namun risiko dan perhatian lebih pada gemeli juga perlu diperhatikan. Berikut beberapa fakta dan komplikasi seputar kehamilan kembar yang perlu diketahui pasangan yang ingin memiliki anak kembar.

  • Kehamilan gemeli pada ibu usia 30-an

Usia seorang perempuan yang semakin tua mengakibatkan siklus haid yang tidak teratur. Seorang perempuan pada usia 30-40 tahun dengan proses ovulasi yang tidak teratur, memiliki peluang ovulasi dua sel telur sekaligus sehingga kehamilan gemeli dapat terjadi.

  • Persalinan prematur

Biasanya pada kehamilan gemeli mengalami kelahiran prematur. Persalinan terjadi pada usia kandungan memasuki 36 atau 37 minggu. Pada kelahiran ini bayi memiliki risiko kecacatan pada organ tubuhnya yang sepenuhnya belum matang, dan berat badan bayi biasanya cenderung lebih rendah dari berat badan bayi lahir normal. Oleh sebab itu bayi kembar akan lebih membutuhkan perhatian medis, dan perawatan khusus secara medis.

  • Asupan kalori yang lebih besar

Ibu hamil kembar membutuhkan kalori yang lebih besar sebab mengandung lebih dari satu janin. Kalori yang dibutuhkan minimal 2.700 kalori per hari. Asupan asam folat, vitamin, dan mineral juga dibutuhkan lebih banyak untuk mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan.

E:\kerja\Arase Digital\Klikdokter tahap 3\560 (doktersehat.com).jpeg

Sumber: doktersehat.com

  • Diabetes dan Preeklamsia

Kejadian umum pada ibu hamil kembar adalah mengalami gestational diabetes. Peningkatan resistensi plasenta terhadap produksi insunlin mengakibatkan kadar gula darah yang meningkat secara tiba-tiba. Selain itu risiko preeklamsi juga lebih besar terjadi pada ibu hamil kembar dibanding dengan hamil tunggal. Preeklamsi ditandai dengan tekanan darah tinggi dan pembekakan yang terjadi pada kaki dan tangan ibu hamil.

  • Kenaikan berat badan

Pertambahan berat badan ibu hamil seiring dengan pertumbuhan janin dalam kandungan. Kenaikan berat badan pada kehamilan gemeli umumnya lebih besar daripada kehamilan tunggal. Kenaikan yang lebih besar ini disebabkan oleh janin dalam kandungan lebih dari satu, plasenta, dan air ketuban yang lebih banyak.

  • Pendarahan postpartum

Pendarahan hebat mungkin dialami oleh bumil kembar selama dan setelah melahirkan, sebab area plasenta yang besar dan rahim yang terlalu besar dapat mengakibatkan pendarahan postpartum.

Jika anda mengalami kehamilan kembar, tips berikut ini dapat anda terapkan untuk meningkatkan kesejahteraan anda.

  • Jumlah total berat badan selama kehamilan gemeli, terutama sebelum 20 minggu usia kandungan sangat penting bagi anda. Anda perlu menjaga berat badan yang sehat untuk mengurangi risiko berat badan lahir yang rendah dan kelahiran prematur.
  • Jaga asupan diet seimbang, jangan lupa minum banyak cairan agar tetap terhidrasi. Jaga tubuh anda untuk tetap sehat dan bugar untuk mengatasi komplikasi kehamilan gemeli.
  • Aliran darah yang meningkat pada saat masa kehamilan gemeli sangat memungkinkan ibu hamil mengalami anemia akut. Mintalah saran pada doktek untuk rekomendasi asupan suplemen zat besi yang dapat dikonsumsi tanpa membahayakan anda dan janin.

Kehamilan gemeli atau kembar memiliki komplikasi risiko yang membutuhkan perhatian khusus secara medis sehingga disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter.

Referensi:

Alodokter.com

Id.theasianparent.com

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>